BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Jenis data dan sumber data
Jenis data dalam penilitian ini adalah data primer dengan cara memberikan kuesioner langsung kepada konsumen yang berjumlah 50 orang.
2.2 Objek penelitian
Yang menjadi objek penelitian dalam penulisan ini adalah konsumen yang menggunakan kartu selular CDMA ESIA dikalangan Mahasiswa Universitas Gunadarma.
2.3 Populasi
Populasi responden yang diambil berjumlah 50 ( lima puluh ) orang. Dibatasi hanya mahasiswa Universitas Gunadarma.
2.4 Metode Pengambilan data
Penulis mengambil tiga cara pengambilan data yang dibutuhkan dalam penulisan ilmiah:
a.Observasi yaitu Mengadakan pengamatan langsung terhadap pemakai kartu CDMA Esia di kalangan mahasiswa Universitas Gunadama.
b.Wawancara yaitu dengan cara mendatangkan dan mewawancarai langsung pihak yang bersangkutan.
c.Kuisioner yaitu data yang didapat berdasarkan dari sebaran daftar pertanyaan yang diberikan kepada 50 responden yaitu para pengguna kartu CDMA Esia
2.5 Variabel Penelitian
•Variabel dependen(Y) : Tingkat Kepuasan konsumen terhadap produk kartu cdma esia yang diproduksi oleh PT. Bakrie Telecom.
•Variabel independen (X): Harga Produk (X1) , Jaringan(X2), Akses lengkap (X3), Menu Paket (X4)
2.4 Model Penelitian
•Hipotesis
Ho : Konsumen merasa tidak puas terhadap kartu cdma esia yang diproduksi oleh PT.Bakrie Telecom.
Ha : Konsumen merasa puas terhadap kartu cdma esia yang diproduksi oleh PT.Bakrie Telecom
Jika jumlah nilai rata-rata hasil kuesioner sangat puas, puas, dan cukup lebih dari 50 %, maka konsumen puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh kartu cdma Esia.
•Alat analisa yang digunakan
Adapun cara penulis gunakan untuk analisis data yaitu dengan menggunakan skala likert, metode Chi Square, dan persentase rata – rata. Skala likert : 1. Sangat puas (SP), 2. Puas (P), 3. Cukup (C), 4. Tidak puas (TP), 5. Sangat tidak puas (STP).
Rumus : X2 : ∑( Fo – Fe )2
Fe
Dimana : X2 : Chi Square
Fo : Frekuensi yang diperoleh dari angket
Fe : Frekuensi yang diharapkan
Rumus mean : n
X 100%
N
Dimana : Mean : Rata - Rata
N : Jumlah Responden
n : Frekuensi angket
Minggu, 16 Oktober 2011
TEORI ETIKA BISNIS
Menurut kamus, istilah etika memiliki beragam makna berbeda. Salah satu maknanya adalah “prinsip tingkah laku yang mengatur individu dan kelompok”. Makna kedua menurut kamus – lebih penting – etika adalah “kajian moralitas”. Tapi meskipun etika berkaitan dengan moralitas, namun tidak sama persis dengan moralitas. Etika adalah semacam penelaahan, baik aktivitas penelaahan maupun hasil penelaahan itu sendiri, sedangkan moralitas merupakan subjek.
A. Moralitas
Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan jahat.
Pedoman moral mencakup norma-norma yang kita miliki mengenai jenis-jenis tindakan yang kita yakini benar atau salah secara moral, dan nilai-nilai yang kita terapkan pada objek-objek yang kita yakini secara moral baik atau secara moral buruk. Norma moral seperti “selalu katakan kebenaran”, “membunuh orang tak berdosa itu salah”. Nilai-nilai moral biasanya diekspresikan sebagai pernyataan yang mendeskripsikan objek-objek atau ciri-ciri objek yang bernilai, semacam “kejujuran itu baik” dan “ketidakadilan itu buruk”. Standar moral pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga, teman, pengaruh kemasyarakatan seperti gereja, sekolah, televisi, majalah, music dan perkumpulan.
Hakekat standar moral :
1. Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.
2. Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif tertentu.
3. Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya) kepentingan diri.
4. Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.
5. Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.
Standar moral, dengan demikian, merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas, melampaui kepentingan diri, didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak, dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu.
B. Etika
Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Ia mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita dan apakah standar itu masuk akal atau tidak masuk akal – standar, yaitu apakah didukung dengan penalaran yang bagus atau jelek.
Etika merupakan penelaahan standar moral, proses pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan konkrit. Tujuan akhir standar moral adalah mengembangkan bangunan standar moral yang kita rasa masuk akal untuk dianut.
Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar benar dan salah, dan moral yang baik dan jahat.
C. Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
D. Penerapan Etika pada Organisasi Perusahaan
Dapatkan pengertian moral seperti tanggung jawab, perbuatan yang salah dan kewajiban diterapkan terhadap kelompok seperti perusahaan, ataukah pada orang (individu) sebagai perilaku moral yang nyata?
Ada dua pandangan yang muncul atas masalah ini :
• Ekstrem pertama, adalah pandangan yang berpendapat bahwa, karena aturan yang mengikat, organisasi memperbolehkan kita untuk mengatakan bahwa perusahaan bertindak seperti individu dan memiliki tujuan yang disengaja atas apa yang mereka lakukan, kita dapat mengatakan mereka bertanggung jawab secara moral untuk tindakan mereka dan bahwa tindakan mereka adalah bermoral atau tidak bermoral dalam pengertian yang sama yang dilakukan manusia.
• Ekstrem kedua, adalah pandangan filsuf yang berpendirian bahwa tidak masuk akal berpikir bahwa organisasi bisnis secara moral bertanggung jawab karena ia gagal mengikuti standar moral atau mengatakan bahwa organisasi memiliki kewajiban moral. Organisasi bisnis sama seperti mesin yang anggotanya harus secara membabi buta mentaati peraturan formal yang tidak ada kaitannya dengan moralitas. Akibatnya, lebih tidak masuk akal untuk menganggap organisasi bertanggung jawab secara moral karena ia gagal mengikuti standar moral daripada mengkritik organisasi seperti mesin yang gagal bertindak secara moral.
Karena itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia, individu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral.
E. Globalisasi, Perusahaan Multinasional dan Etika Bisnis
Globalisasi adalah proses yang meliputi seluruh dunia dan menyebabkan system ekonomi serta sosial negara-negara menjadi terhubung bersama, termasuk didalamnya barangbarang, jasa, modal, pengetahuan, dan peninggalan budaya yang diperdagangkan dan saling berpindah dari satu negara ke negara lain. Proses ini mempunyai beberapa komponen, termasuk didalamnya penurunan rintangan perdagangan dan munculnya pasar terbuka dunia, kreasi komunikasi global dan system transportasi seperti internet dan pelayaran global, perkembangan organisasi perdagangan dunia (WTO), bank dunia, IMF, dan lain sebagainya.
Perusahaan multinasional adalah inti dari proses globalisasi dan bertanggung jawab dalam transaksi internasional yang terjadi dewasa ini. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang menghasilkan pemasaran, jasa atau operasi administrasi di beberapa negara. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi, pemasaran, jasa dan beroperasi di banyak negara yang berbeda.
Karena perusahaan multinasional ini beroperasi di banyak negara dengan ragam budaya dan standar yang berbeda, banyak klaim yang menyatakan bahwa beberapa perusahaan melanggar norma dan standar yang seharusnya tidak mereka lakukan.
F. Etika Bisnis dan Perbedaan Budaya
Relativisme etis adalah teori bahwa, karena masyarakat yang berbeda memiliki keyakinan etis yang berbeda. Apakah tindakan secara moral benar atau salah, tergantung kepada pandangan masyarakat itu. Dengan kata lain, relativisme moral adalah pandangan bahwa tidak ada standar etis yang secara absolute benar dan yang diterapkan atau harus diterapkan terhadap perusahaan atau orang dari semua masyarakat.
Dalam penalaran moral seseorang, dia harus selalu mengikuti standar moral yang berlaku dalam masyarakat manapun dimana dia berada.
Pandangan lain dari kritikus relativisme etis yang berpendapat, bahwa ada standar moral tertentu yang harus diterima oleh anggota masyarakat manapun jika masyarakat itu akan terus berlangsung dan jika anggotanya ingin berinteraksi secara efektif.
Relativisme etis mengingatkan kita bahwa masyarakat yang berbeda memiliki keyakinan moral yang berbeda, dan kita hendaknya tidak secara sederhana mengabaikan keyakinan moral kebudayaan lain ketika mereka tidak sesuai dengan standar moral kita.
G. Teknologi dan Etika Bisnis
Teknologi yang berkembang di akhir dekade abad ke-20 mentransformasi masyarakat dan bisnis, dan menciptakan potensi problem etis baru. Yang paling mencolok adalah revolusi dalam bioteknologi dan teknologi informasi. Teknologi menyebabkan beberapa perubahan radikal, seperti globalisasi yang berkembang pesat dan hilangnya jarak, kemampuan menemukan bentuk-bentuk kehidupan baru yang keuntungan dan resikonya tidak terprediksi. Dengan perubahan cepat ini, organisasi bisnis berhadapan dengan setumpuk persoalan etis baru yang menarik.
ARGUMEN YANG MENDUKUNG DAN YANG MENENTANG ETIKA BISNIS
Banyak yang keberatan dengan penerapan standar moral dalam aktivitas bisnis. Bagian ini membahas keberatan-keberatan tersebut dan melihat apa yang dapat dikatakan berkenaan dengan kesetujuan untuk menerapkan etika ke dalam bisnis.
Tiga keberatan atas penerapan etika ke dalam bisnis :
Orang yang terlibat dalam bisnis, kata mereka hendaknya berfokus pada pencarian keuntungan finansial bisnis mereka dan tidak membuang-buang energi mereka atau sumber daya perusahaan untuk melakukan ”pekerjaan baik”. Tiga argumen diajukan untuk mendukung perusahaan ini :
Pertama, beberapa berpendapat bahwa di pasar bebas kompetitif sempurna, pencarian keuntungan dengan sendirinya menekankan bahwa anggota masyarakat berfungsi dengan cara-cara yang paling menguntungkan secara sosial. Agar beruntung, masing-masing perusahaan harus memproduksi hanya apa yang diinginkan oleh anggota masyarakat dan harus melakukannya dengan cara yang paling efisien yang tersedia. Anggota masyarakat akan sangat beruntung jika manajer tidak memaksakan nilai-nilai pada bisnis, namun mengabdikan dirinya pada pencarian keuntungan yang berfokus.
Argumen tersebut menyembunyikan sejumlah asumsi yaitu : Pertama, sebagian besar industri tidak ”kompetitif secara sempurna”, dan sejauh sejauh perusahaan tidak harus berkompetisi, mereka dapat memaksimumkan keuntungan sekalipun produksi tidak efisien. Kedua, argumen itu mengasumsikan bahwa langkah manapun yang diambil untuk meningkatkan keuntungan, perlu menguntungkan secara sosial, sekalipun dalam kenyataannya ada beberapa cara untuk meningkatkan keuntungan yang sebenarnya merugikan perusahaan : membiarkan polusi, iklan meniru, menyembunyikan cacat produksi, penyuapan. Menghindari pajak, dsb. Ketiga, argumen itu mengasumsikan bahwa dengan memproduksi apapun yang diinginkan publik pembeli, perusahaan memproduksi apa yang diinginkan oleh seluruh anggota masyarakat, ketika kenyataan keinginan sebagian besar anggota masyarakat (yang miskin dan dan tidak diuntungkan) tidak perlu dipenuhi karena mereka tidak dapat berpartisipasi dalam pasar. Keempat, argumen itu secara esensial membuat penilaian normatif.
Kedua, Kadang diajukan untuk menunjukan bahwa manajer bisnis hendaknya berfokus mengejar keuntungan perusahaan mereka dan mengabaikan pertimbangan etis, yang oleh Ale C. Michales disebut ”argumen dari agen yang loyal”. Argumen tersebut secara sederhana adalah sbb :
Sebagai agen yang loyal dari majikannya manajer mempunyai kewajiban untuk melayani majikannya ketika majikan ingin dilayani (jika majikan memiliki keakhlian agen).
Majikan ingin dilayani dengan cara apapun yang akan memajukan kepentingannya sendiri. Dengan demikian sebagai agen yang loyal dari majikannya, manajer mempunyai kewajiban untuk melayani majikannya dengan cara apapun yang akan memajukan kepentingannya.
Argumen agen yang loyal adalah keliru, karena ”dalam menentukan apakah perintah klien kepada agen masuk akal atau tidak… etika bisnis atau profesional harus mempertimbangkan” dan ”dalam peristiwa apapun dinyatakan bahwa agen mempunyai kewajiban untuk tidak melaksanakan tindakan yang ilegal atau tidak etis”. Dengan demikian, kewajiban manajer untuk mengabdi kepada majikannya, dibatasi oleh batasan-batasan moralitas.
Ketiga, untuk menjadi etis cukuplah bagi orang-orang bisnis sekedar mentaati hukum :
Etika bisnis pada dasarnya adalah mentaati hukum.
Terkadang kita salah memandang hukum dan etika terlihat identik. Benar bahwa hokum tertentu menuntut perilaku yang sama yang juga dituntut standar moral kita. Namun demikian, hukum dan moral tidak selalu serupa. Beberapa hukum tidak punya kaitan dengan moralitas, bahkan hukum melanggar standar moral sehingga bertentangan dengan moralitas, seperti hukum perbudakan yang memperbolehkan kita memperlakukan budak sebagai properti. Jelas bahwa etika tidak begitu saja mengikuti hukum.
Namun tidak berarti etika tidak mempunyai kaitan dengan hukum. Standar Moral kita kadang dimasukan ke dalam hukum ketika kebanyakan dari kita merasa bahwa standar moral harus ditegakkan dengan kekuatan sistem hukum sebaliknya, hukum dikritik dan dihapuskan ketika jelas-jelas melanggar standar moral.
Kasus etika dalam bisnis :
Etika seharusnya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukan bahwa etika mengatur semua aktivitas manusia yang disengaja, dan karena bisnis merupakan aktitivitas manusia yang disengaja, etika hendaknya juga berperan dalam bisnis. Argumen lain berpandangan bahwa, aktivitas bisnis, seperti juga aktivitas manusia lainnya, tidak dapat eksis kecuali orang yang terlibat dalam bisnis dan komunitas sekitarnya taat terhadap standar minimal etika. Bisnis merupakan aktivitas kooperatif yang eksistensinya mensyaratkan perilaku etis.
Dalam masyarakat tanpa etika, seperti ditulis oleh filsuf Hobbes, ketidakpercayaan dan kepentingan diri yang tidak terbatas akan menciptakan ”perang antar manusia terhadap manusia lain”, dan dalam situasi seperti itu hidup akan menjadi ”kotor, brutal, dan dangkal”.
Karenanya dalam masyarakat seperti itu, tidak mungkin dapat melakukan aktivitas bisnis, dan bisnis akan hancur. Katena bisnis tidak dapat bertahan hidup tanpa etika, maka kepentingan bisnis yang paling utama adalah mempromosikan perilaku etika kepada anggotanya dan juga masyarakat luas.
Etika hendaknya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukan bahwa etika konsisten dengan tujuan bisnis, khususnya dalam mencari keuntungan.
Contoh Merck dikenal karena budaya etisnya yang sudah lama berlangsung, namun ia tetap merupakan perusahaan yang secara spektakuler mendapatkan paling banyak keuntungan sepanjang masa.
Apakah ada bukti bahwa etika dalam bisnis secara sistematis berkorelasi dengan profitabilitas? Apakah Perusahaan yang etis lebih menguntungkan dapripada perusahaan lainnya ?
Beberapa studi menunjukan hubungan yang positif antara perilaku yang bertanggung jawab secara sosial dengan profitabilitas, beberapa tidak menemukan korelasi bahwa etika bisnis merupakan beban terhadap keuntungan. Studi lain melihat, perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial bertransaksi di pasar saham, memperoleh pengembalian yang lebih tinggi daripada perusahaan lainnya. Semua studi menunjukan bahwa secara keseluruhan etika tidak memperkecil keuntungan, dan tampak justru berkontribusi pada keuntungan.
Dalam jangka panjang, untuk sebagian besar, lebih baik menjadi etis dalam bisnis dari pada tidak etis. Meskipun tidak etis dalam bisnis kadang berhasil, namun perilaku tidak etis ini dalam jangka panjang, cenderung menjadi kekalahan karena meruntuhkan hubungan koperatif yang berjangka lama dengan pelanggan, karyawan dan anggota masyarakat dimana kesuksesan disnis sangat bergantung.
Akhirnya kita harus mengetahui ada banyak bukti bahwa sebagian besar orang akan menilai perilaku etis dengan menghukum siapa saja yang mereka persepsi berperilaku tidak etis, dan menghargai siapa saja yang mereka persepsi berperilaku etis. Pelanggan akan melawan perusahaan jika mereka mempersepsi ketidakadilan yang dilakukan perusahaan dalam bisnis lainnya, dan mengurangi minat mereka untuk membeli produknya. Karyawan yang merasakan ketidakadilan, akan menunjukan absentisme lebih tinggi, produktivitas lebih rendah, dan tuntutan upah lebih tinggi. Sebaliknya, ketika karyawan percaya bahwa organisasi adil, akan senang mengikuti manajer.
Melakukan apapun yang dikatakan manajer, dan memandang keputusan manajer sah. Ringkasnya, etika merupakan komponen kunci manajemen yang efektif.
Dengan demikian, ada sejumlah argumen yang kuat, yang mendukung pandangan bahwa etika hendaknya diterapkan dalam bisnis.
.
CONTOH PELANGGARAN ETIKA BISNIS
• Pelanggaran etika bisnis terhadap hukum
Sebuah perusahaan X karena kondisi perusahaan yang pailit akhirnya memutuskan untuk Melakukan PHK kepada karyawannya. Namun dalam melakukan PHK itu, perusahaan sama sekali tidak memberikan pesongan sebagaimana yang diatur dalam UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam kasus ini perusahaan x dapat dikatakan melanggar prinsip kepatuhan terhadap hukum.
• Pelanggaran etika bisnis terhadap transparansi
Sebuah Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid.
Setelah didesak oleh banyak pihak, Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. Dalam kasus ini, pihak Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi
• Pelanggaran etika bisnis terhadap akuntabilitas
Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut.
Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit
• Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip pertanggungjawaban
Sebuah perusahaan PJTKI di Jogja melakukan rekrutmen untuk tenaga baby sitter. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan. B yang terarik dengan tawaran tersebut langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor. Namun setelah 2 bulan training, B tak kunjung diberangkatkan, bahkan hingga satu tahun tidak ada kejelasan. Ketika dikonfirmasi, perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan, begitu seterusnya. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa Perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak B sebagai calon TKI yang seharusnya diberangnka ke negara tujuan untuk bekerja.
• Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kewajaran
Sebuah perusahaan property ternama di Yogjakarta tidak memberikan surat ijin membangun rumah dari developer kepada dua orang konsumennya di kawasan kavling perumahan milik perusahaan tersebut. Konsumen pertama sudah memenuhi kewajibannya membayar harga tanah sesuai kesepakatan dan biaya administrasi lainnya.
Sementara konsumen kedua masih mempunyai kewajiban membayar kelebihan tanah, karena setiap kali akan membayar pihak developer selalu menolak dengan alasan belum ada ijin dari pusat perusahaan (pusatnya di Jakarta). Yang aneh adalah di kawasan kavling itu hanya dua orang ini yang belum mengantongi izin pembangunan rumah, sementara 30 konsumen lainnya sudah diberi izin dan rumah mereka sudah dibangun semuannya. Alasan yang dikemukakan perusahaan itu adalah ingin memberikan pelajaran kepada dua konsumen tadi karena dua orang ini telah memprovokasi konsumen lainnya untuk melakukan penuntutan segera pemberian izin pembangunan rumah. Dari kasus ini perusahaan property tersebut telah melanggar prinsip kewajaran (fairness) karena tidak memenuhi hak-hak stakeholder (konsumen) dengan alasan yang tidak masuk akal.
• Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran
Sebuah perusahaan pengembang di Sleman membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah perumahan. Sesuai dengan kesepakatan pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada kontraktor. Namun dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor melakukan penurunan kualitas spesifikasi bangunan tanpa sepengetahuan perusahaan pengembang. Selang beberapa bulan kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan serius. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor dapat dikatakan telah melanggar prinsip kejujuran karena tidak memenuhi spesifikasi bangunan yang telah disepakati bersama dengan perusahaan pengembang
• Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip empati
Seorang nasabah, sebut saja X, dari perusahaan pembiayaan terlambat membayar angsuran mobil sesuai tanggal jatuh tempo karena anaknya sakit parah. X sudah memberitahukan kepada pihak perusahaan tentang keterlambatannya membayar angsuran, namun tidak mendapatkan respon dari perusahaan. Beberapa minggu setelah jatuh tempo pihak perusahaan langsung mendatangi X untuk menagih angsuran dan mengancam akan mengambil mobil yang masih diangsur itu. Pihak perusahaan menagih dengan cara yang tidak sopan dan melakukan tekanan psikologis kepada nasabah. Dalam kasus ini kita dapat mengakategorikan pihak perusahaan telah melakukan pelanggaran prinsip empati pada nasabah karena sebenarnya pihak perusahaan dapat memberikan peringatan kepada nasabah itu dengan cara yang bijak dan tepat.
Sumber :
Fitriansyah Hambali, SE., MM. & Dr. Herry Sussanto
http://www.anneahira.com/artikel-umum/etika-bisnis.htm
Minggu, 25 September 2011
Video Erotis Iklan Pompa Air Shimizu
Dalam dunia bisnis, media iklan sering digunakan para produsen untuk memasarkan produknya. Pengertian dari iklan sendiri adalah “semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, dan jasa secara non personal yang dibiayai oleh sponsor tertentu. Salah satu media iklan yang umum digunakan oleh produsen dalam memasarkan produknya adalah melalui media iklan di televise.
Media iklan di televise dipilih karena merupakan salah satu media iklan yang paling efektif dalam menyampaikan pesan kepada konsumen potensial. Namun sayangnya, saat ini tidak semua iklan di televise dapat dikatakan baik. Ada beberapa tayangan iklan ditelevisi yang kurang baik, sebab iklan tersebut kurang memikirkan unsur etika dalam tayangan iklannya. Contohnya adalah saat ini banyak sekali iklan yang secara terang- terang menghina atau menyindir para pesaing. Perang tariff telepon seluler misalnya. Ada juga iklan yang memaanfatkan agama untuk mengkomersilkan barang dagangannya. Atau ada pula iklan nakal yang menggunakan kemolekan tubuh wanita untuk menarik perhatian para penonton tv sehingga iklannya dapat disaksikan dan menarik perhatian.
Wanita cantik dan seksi masih diyakini mampu meningkatkan penjualan produk yang ditawarkan. Misalnya saja seperti iklan berbau erotis pompa air Shimizu yang ditayangkan di televisi sejak beberapa hari terakhir ini. Iklan ini kemudian banyak menuai protes karena dianggap sebagai tontotan yang menjurus porno.
Dalam iklan Shimizu yang berdurasi sekitar 30 detik itu memang menyuguhkan sensasi erotis yang cukup menantang. Iklan ini diawali seorang wanita memakai pakaian tidur dengan belahan dada terbuka merengek kepada pasangannya. "Kalo nggak mancur terus kapan enaknya," katanya dengan mimik menggoda. Selanjutnya, si cewek pergi ke mall. Dia ditawari oleh penjual obat kuat lelaki. Namun, ia justru datang ke toko pompa air merek Shimizu. Di akhir cerita, setelah pompa air Shimizu itu dipasang, si wanita seksi itu bergoyang erotis diiringi irama dangdut. Kemudian saat disiram oleh prianya, wanita itu berkata dengan nada manja, "Basah deh.....".
Tayangan iklan seperti yang disebutkan diatas tentu sangat tidak pantas dan tidak beretika. Dari sisi kreatif iklan, tentu ini merupakan bentuk kreatifitas paling rendah. Karena, Iklan seperti ini hanya mengambil gampangnya saja tanpa memikirkan efeknya. Berkut ini adalah surat peringatan tertulis untuk iklan pompa air shimizu dari Komisi Penyiaran Indonesia :
sumber :
http://kpi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=30096%3Aperingatan-tertulis-iklan-pompa-air-qshimizuq-rcti&catid=12%3Aumum&lang=id
Label:
Etika Bisnis
Minggu, 03 April 2011
Magnet Curhat
Judul : Magnet Curhat
Pengarang : Primadonna Angela
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain dan Ilustrasi Sampul : Maryna Design
Tema : metropop, romantisme, curhat, kasih tak terucap
Tebal : 232 hlm
Rilis : Maret 2010
Sinopsis (cover belakang)
Curhat memang mengasyikkan---tapi tidak bagi Chenoa Rosa. Statusnya yang masih single tidak menghalangi mereka yang sudah berumah tangga untuk curhat padanya. Julukan Magnet Curhat pun disandangnya dengan enggan. Toh Chenoa juga punya tempat curhat---sahabat emailnya nan misterius, Excalibur alias X.
Setelah berbulan-bulan, Chenoa akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten pribadi. Seakan hidupnya kurang rumit saja, ia jatuh cinta pada Stefan, cowok yang lebih muda, yang bekerja paruh waktu sebagai satpam dan sopir.
Jati dirinya sebagai magnet curhat teruji ketika ia menyimpan sebuah rahasia. Apa Chenoa akan tetap memegang teguh rahasia yang dipercayakan padanya, meskipun dengan demikian Stefan akan menjauh darinya?
Setelah membaca novel ini saya merasa judul itu tidak menjadi inti pokok dari alur cerita novel tersebut, melainkan hanyalah sebagai bumbu penyedap kisah romantis yang dibangun Donna. Secara garis besar lebih fokus membahas percintaan tokoh utama yang dalam cerita novel ini adalah berperan sebagai magnet curhat oleh lingkungan sekitarnya.
Drama dan konflik yang digambarkan dalam novel ini juga sederhana. Karakter tokoh utamanya, Chenoa Rosa, lebih mirip campuran antara menggemaskan dan menyebalkan. Betapa tidak, hampir di keseluruhan halaman Chenoa kelihatan bingung, bimbang, dan selalu banyak pertimbangan, Terlepas dari ide magnet curhat-nya yang ternyata sekadar tempelan, kisah fiksi romantisnya sendiri hadir tanpa menawarkan orisinalitas.
Maka pendapat pribadi saya adalah novel ini kurang bagus sebagai novel metropop, ending-nya tidak meninggalkan kesan bagi pembacanya. Tidak memberikan hal baru bagi pembaca. Tetapi saya suka pada material cover dan warnanya yang bagus. Karena dapat membuat orang tertarik untuk membaca bahkan membelinya.
PESAN SINGKAT

Malam sudah semakin larut tetapi Dini masih asik bergulat dengan lamunannya. Dia merasa sayang melewatkan malam yang indah ini tanpa membayangkan diri Andi, seorang cowo yang baik dan menggemaskan. Tak lama mata Dini terpejam, ia berharap bisa memimpikan Andi dan malam itu Dini terlelap dengan berjuta rasa bahagia di hatinya.
Pagi telah menjelang, Dini sudah bersiap berangkat ke sekolah padahal jam masih menunjukan pukul 06.12 pagi. “Apa aku ke pagian ya?” Dini berucap dalam hati tetapi kekhawatirannya hilang seketika saat Hpnya bergetar menunjukan adas sms yang masuk. Dini membaca sms itu pelan “Din, udah siap belum? Aku boleh jemput kamu sekarang?”. Dini dengan cepat membalas sms itu dengan wajah yang berseri-seri. “Iya, boleh kok, aku tunggu di depan rumah ya”. Setelah memastikan smsmnya sudah terkirim Dini bergegas keluar kamar tetapi ia memastikan dulu, apakah penampilannya cukup bagus atau tidak. Lalu Dini keluar dari rumah, matanya tertuju pada sosok yang terlihat sempurna yang menunggunya itu. Andi dengan motornya, tersenyum menatap Dini, dan langsung berkata “Hai Din aku gak kepagian kan?” Dini menjawab dengan cepat “Enggak asik kok kalau pagi kayak gini, kan jalanan belum macet”. Andi tersenyum lagi dan memakai helmnya dan berkata tak jelas karena terhalang helm yang menutup seluruh mukanya.
“Yaudah naik aja! Kita berangkat sekarang” dengan pelan Dini naik ke atas motor, lalu Andi mengendarai motornya dengan hati-hati, dia begitu sibuk memperhatikan jalan sehingga tidak menyadari bahwa di belakangnya Dini sedang berusaha sekuat tenaga menyembunyikan rasa senangnya, samara-samar dia tersenyum. Dini merasa senang bisa berangkat sekolah bersama Andi. “Akhirnya, apa yang tunggu dari semalam bisa terjadi” Dini mengatakannya dalam hati.. dan pagi itu.. dilalui Dini dengan perasaan yang bahagia. Sesampainya disekolah Dini menyapa seluruh temannya dengan raut wajah yang cerah. Dini tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Andi, yang di jawab dengan suatu kalimat sederhana yang mampu membuat jantung Dini berhenti berdetak. “Iya sama-sama. Aku seneng bisa berangkat bareng kamu pagi ini”. Dan hari itu di habiskan Dini dengan kegembiraan yang melanda hatiny. Ia terus bersyukur dalam hati.
Sudah 3 Minggu berlalu sejak Andi menjemput Dini untuk berangkat bersama ke sekolah setelah itu hubungan mereka semakin akrab. Tak pernah sehari pun mereka lupa ber smsan walaupun di sekolah mereka jarang mengobrol. Kalu bertemu mereka hanya saling tersenyum dan berbicara seperlunya. Tetapi Dini tak mengeluh dangan keadaan itu, dia mengerti dan memahami apa yang telah terjadi…dan Dini semakin menyukai Andi karena sifatnya yang tenang, pendiam juga baik itu mampu memberikan kedamaian yang nyata dalam hidupnya, meskipun hanya lewat sms,,, sebuah pesan singkat saja.
Dini adalah gadis yang mempunyai hobi menulis puisi. Dia selalu menuangkan apa yang ada di fikirannya lewat bait-bait puisi yang di buatnya. Seperti malam ini, Dini sedang mencurahkan isi perasaannya di suatu kertas file…dia sedang menulis tentang rasa sayangnya kepada Andi, yang telah tertimbun lama tanpa di ketahui siapa-siapa,, tetapi tiba-tiba…”Tik..tik..” terdengar suara sms masuk dengan sigap Dini membacanya, “Din,, kamu lagi apa?” ternyata itu adalah sms dari Andi, Dini lasngsung membalasnya cepat “Aku lagi iseng membuat puisi nih,, kamu sendiri lagi apa ndi?” Ndi adalah panggilan kesayangan Dini untuk Andi, lalu sms Dini mendapat balasan “Puisi apa Din? Pasti bagus deh puisinya.. aku lagi nonton tv aja.” Dan Dini membalas “ puisi tentang perasaan ku Ndi, aku nulis buat seseorang yang aku suka ,,, yang aku sayang juga… orang itu baik banget!! Sempurna banget aku belum pernah ketemu orang sebaik dia..” lalu Dini menekan tombol send, ia berharap Andi bisa mengerti bahwa orang yang dia maksud dalam sms itu adalah Andi sendiri , bukan siapa-siapa karena hanya Andi yang Dini sayang. Hp Dini berbunyi lagi, menandakan sms yang masuk “Wah,,, siapa tuh? Orang yang sempurna itu kasih tauin dong?” Dini membalas pesan singkat itu… “Ada deh,, tapi masa kamu gak tau? Oia, aku boleh ngirim puisinya ke kamu gak? Aku pengen kamu baca.” Dan Andi membalasnya “Boleh banget, aku selalu suka baca sms kamu.” Setelah itu Dini sibuk memindahkan tulisan tangannya ke Hp. Ia mengetik dangan pelan, Dini ingin mendalami setiap bait puisi yang penuh makna itu. Puisi yang Dini kirim itu, bercerita tentang perasaan tulusnya.. lalu Dini mengirimkan ke nomor Hp Andi, ia merasa cemas, akankah Andi mengerti maksudnya… Apakah Andi akan menyadari bahwa dirinyalah orang yang sempurna itu.
Di malam selanjutnya,,,
Andi dan Dini sedang mengobrol lewat sms . mereka tak pernah bosan melakukannya, malah,, malam akan begitu terasa sepi bila mereka saling tidak mengabari. Dini memulai percakapan itu terlebih dahulu… “Ndi aku mau mengirim sms ini ke kamu boleh gak?”
“Bolehlah aku tunggu ya!” Lalu Dini mengirimkan puisinya yang indih itu,, yang masih berceerita tentang rasa sayangnya kepada Andi, orang yang begitu sempurna di hatinya.
Sekian waktu bergulir,,, Dini masih menunggu balasan sms dari Andi. Dini bergumam,, “kok lama ya balesnya tumben deh…” dan tiba-tiba Hp Dini berbunyi, dengan cepat Dini membuka sms itu ,, ternyata sebuah bait puisi dari Andi ..Suatu ulasan senyum bahagia tersirat di wajah Dini.. puisi itu seolah-olah menceritakan Andi telah mengerti maksud Dini.. dan Andi juga merasakan hal yang sama tetapi Dini tidak mau senang dulu. Ia menanyakan untuk siapa puisi itu dan Andi membalasnya dengan sedikit kata tetapi membuat hati Dini seperti melambung ke udara “Kamu,, puisi kamu buat kamu Din!” Dini mengira ngira dalam hatinya “Apa iya,, Andi udah tau kalau aku suka dia, apa mungkin Andi udah ngerti ?” Dini membalas sms Andi “Maksud kamu? Aku? Yang bener? Masa puisi yang bagus dan dalam itu buat aku.” Andi menjawab “Iya buat kamu,,, kalau puisi kamu buat siapa?” Dini langsung menjawab smsnya ,, yang bertuliskan “Buat yang baca … buat orang yang sempurna!” Andi membalas dengan suatu pertanyaan yang membuat Dini bingung haruskah ia jujur?
“Jadi orang yang sempurna itu aku?” Dini membalas pertanyaan Andi itu dengan sebuah jawaban yang berkelit.
“Akun takut jawabnya.. karena aku takut hubungan baik antara aku dengan orang yang sempurna itu jadi enggak baik lagi.” Lalu Andi menjawab… “Kenapa harus takut,, kamu jujur sama aku, orang yang sempurna itu siapa?” Dini merasa tergetar hatinya, ia masih ragu untuk berterus terang tapi akhirnya ia memberanikan diri membalas smsm itu dengan jujur. “Aku takut jawabnya Ndi, tapi aku yakin kamu sekarang ngerti.. orang yang sempurna itu siapa… Itu kamu!”
Lalu Andi membalas “Kamu gak usah takut karena aku juga suka sam kamu…” Saat Dini membaca sms balasan dari Andi itu… dia menangis lirih.. karena Dini merasa bahagia sekaligus takut akan kenyataan itu dalam hati… Ia merasa tak pantas menyayangi Andi karena menurutnya Andi yang sempurna itu terlalu indah untuk dirinya.. yang sering melakukan banyak kebodohan dalam hidupnya.
Sekarang Dini hanya bisa berharap semoga hari berikutnya dapat berjalan baik… dan hasil dari kejujuran mereka malam ini masih menjadi rahasia suatu kehidupan, entah apa yang akan terjadi pada esok hari.
Minggu, 27 Maret 2011
“ DIARY BIRU ”
oleh: Dandy Kurnia

Cinta adalah sebuah misteri. Tiba-tiba datang, tiba-tiba pergi. Bisa membuat senang, bisa juga membuat sedih. Begitulah kata-kata terakhir yang di tulis Nadia dalam buku hariannya. Ia kelihatan begitu kesepian. Setiap hari ia selalu menumpahkah segala perasaan yang ia rasakan ke dalam buku hariannya.
Nadia adalah nama seorang gadis yang lucu, baik hati, dan memiliki paras yang cantik. Tapi sayangnya sudah hampir satu tahun ini ia hidup tanpa didampingi seorang kekasih. Saat ini Nadia kuliah disalah satu universitas negri di Jakarta.
“Hai Nad…”, terdengar suara seorang pria memanggil namanya. “ Hai juga..”, jawab Nadia. Ternyata itu suara Riki. “Lagi ngapain panas-panas duduk di taman kampus ?” tanya Riki. “Nggak lagi ngapa-ngapain kok, Cuma lagi nulis diary ” Jawab Nadia.
Riki adalah mahasiswa fakultas ekonomi. Ia memiliki wajah yang tampan dan juga bersifat baik hati. Jadi wajar saja bila banyak wanita yang menaruh hati padanya. Tarmasuk Nadia, sebenarnya ia telah lama memendam perasaan sukanya terhadap Riki.
“ Oh… lagi nulis diary, boleh liat nggak?” tanya Riki. “Nggak boleh dong, inikan rahasia” Jawab Nadia. “ Yawdah kalo nggak boleh liat, eh.. aku laper niyh…, aku mau makan dikantin dulu yha.., mau ikut nggak?” tanya Riki. “ Nggak ah… aku belum laper, lagian aku masih mau disini, mau terusin nulis diary..” jawab Nadia. “ yawdah kalo gitu, aku ke kantin dulu yha…” kata Riki.
Nadia pun kembali duduk sendiri disebuah bangku di taman kampus. Ia pun kembali menulis diary kesayangannya. “ Tuhan memang sangat bijaksana , ia menciptakan seseorang tanpa harga, karena jika ia melakukannya, aku takkan mampu untuk membeli seseorang yang sangat berharga seperti kamu…”
Tiap kalimat dalam tulisan di diarynya menggambarkan seseorang yang sangat dicintainya. Orang yang sangat berarti bagi dirinya.
Setelah menyelesaikan kalimat itu, Nadia pun beranjak dari tempat duduknya. Kemudian ia pergi menuju kantin. Ternyata disana masih ada Riki yang sedang menikmati makanannya. Nadia pun menghampiri Riki.
“Boleh ikut makan ga?” tanya Nadia. “ Boleh-boleh, silahkan..” jawab Riki. Nadia pun duduk disamping Riki. “ Pak!! Pesan nasi goreng sama es teh manis yha..!!” pesan Nadia kepada salah satu pelayan. “Suka makan nasi goreng yha?” tanya Riki. “ Iya.. aku suka banget… Emangnya kenapa ?” Nadia berbalik bertanya. “ Nggak kenapa-kenapa.., Kok sama yha? Aku juga suka banget makan nasi goreng.” Jawab Riki. “Oh yha..? wah kalo begitu kita bisa sering-sering makan bareng dong?.. Hehe.. Becanda” jawab Nadia dengan wajah berseri-seri. “boleh-boleh, atur aja… “ jawab Riki.
Mereka berdua pun asik menikmati makanan sambil mengobrol dan sesekali bercanda riang. Hati Nadia pun berbunga-bunga. Karena ia bisa makan bareng dengan pria pujaan hatinya. Mungkin perasaan Nadia sama dengan perasaan orang yang sedang terbang ke bulan.
Setelah cukup lama mengobrol dan menghabiskan makanan masing-masing, Nadia beranja pergi meninggalkan Riki. “ Rik.., aku duluan yha.., masih ada dua jam kuliah niyh…” kata Nadia. “ Oh.. Yawdah.., Met Belajar yha!..” jawab Riki.
Kini Riki duduk seorang diri dibangku kantin. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah buku berwarna biru yang tergeletak di meja. Ternyata buku itu adalah buku diary milik Nadia. Karena rasa penasarannya ia pun membuka buku itu, lalu membacanya selembar demi selembar. Setelah membaca beberapa lembar, mata Riki tertuju pada sebuah tulisan yang diberi tinta berwarna merah.
“Seperti sebuah nada yang tak akan pernah mati, begitu pula rasa cintaku kepadamu Riki”. Begitulah bunyi tulisan yang diberi tinta merah. Riki pun terkejut membaca tulisan itu. Ia tak percaya ternyata Nadia menyukai dirinya. Ia pun merasa bingung. Ia terharu dengan kalimat-kalimat indah yang ditulis Nadia untuk menggambarkan dirinya. Setelah membaca semua isi buku diary Nadia, ia pun berniat mengembalikan buku diary itu. Ia juga berniat untuk menanyakan perasaan Nadia yang sesungguhnya. Ia keluar dari kantin lalu ia menunggu nadi keluar dari kelasnya. Setelah menunggu cukup lama, Nadia keluar dari kelasnya. Riki langsung menarik tangan Nadia.
“ Nadia, aku mau ngomong sesuatu” kata Riki. “Mau ngomong apa?” tanya Nadia. “ Jangan disini yha.., kita ngomongnya ditaman kampus aja..” jawab Riki. “ Emang kamu mau ngomong apa siyh? Kayaknya serius banget…?” tanya Nadia. “ Nanti juga kamu tahu..” jawab Riki singkat. Mereka berdua berjalan keluar menuju taman kampus. Mereka duduk dibangku yang berada dibawah sebuah pohon yang rindang.
“ Mau ngomong apa sih?” aku jadi deg-degan..” tanya Nadia. Lalu Riki mengeluarkan sebuah buku dari tasnya. “ itukan buku diaryku…!” Nadia berteriak. “Iya.. tadi ketinggalan di kantin” jawab Riki. “ oh iya.. aku lupa.. tadi aku taruh diatas meja, kamu nggak baca-baca diary aku kan?” tanya Nadia. “ Sebelumnya aku minta maaf yha.., aku tadi sempat baca diary kamu” kata Riki. “ Ih.. kokkamu nggak sopan gitu sih!” kata Nadia dengan nada yang sedikit marah. “ Kamu baca sampai mana?” tanya Nadia.“semuanya” jawab Riki. “ Jadi kamu tahu dong tentang…..” Nadia tidak sanggup meneruskan kalimatnya. “Perasaan kamu ke aku?”tanya Riki. Nadia hanya mengangguk. “Iya.. aku sudah tahu semuanya, kerena itu kamu aku ajak ngomong disini” kata Riki. “ Duh..aku jadi malu nih, Trus gimana ?” tanya Nadia. “ memang sudah berapa lama kamu suka sama aku?” tanya Riki. “ Sudah lama, kira-kia 8 bulan yang lalu.” Jawab Nadia.
Kenapa kamu bisa suka sama aku?” Riki kembali bertanya. “ Habis kamu orngnya baik dan perhatian lagi, apalagi waktu aku baru putus dari Roy, kamu ngasih aku nasehat dan harapan yang bagus, nah dari situ aku mulai tertarik sama kamu.” Jawab Nadia. “ Nad.. sebelumnya aku minta maaf yha..” kata Riki. Minta maaf kenapa? tanya Nadia. “Sepertinya kamu harus melupakan perasaan kamu ke aku deh..” kata Riki. “Emang kenapa?” tanya Nadia. “Soalnya sekarang aku sudah ada yang punya, jadi aku nggak ingin kamu terlalu mengharapkan aku, kamu bisa ngertikan ?” jelas Riki.
Hati Nadia hancur seketika ketika mendengar Riki berkata seperti itu. Bagaikan disambar petir. Perasaan Nadia hancur berkeping-keping. Namun ia mencoba sabar dan menerima apa yang tlelah terjadi.
“ Iya aku ngerti kok.., yang penting kamu sudah tahu bagaimana perasaan aku kepadamu.” Jawab Nadia. “Yawdah.. bagus deh kalau kamu bisa ngerti, tapi kita tetap temenankan? tanya Riki. “ Iya dong..kita kan temenan sudah lama, masa Cuma gara-gara masalah ini pertemanan yang udah lama kita jalin jadi putus.” kata Nadia.” “Ok deh kalau gitu.., Yawdah deh..aku Cuma mau ngomongin itu aja, terima kasih yha atas pengertiannya, tapi kamu nggak kenapa-kenapa kan? “ tanya Riki. “ Nggak kenapa-kenapa kok, Cuma sedikit sedih” jawab Nadia. “ Kamu nggak perlu sedih, banyak kok cowok yang suka sama kamu…, pasti kamu dapet yang lebih baik dari pada aku.” Riki mencoba menghibur Nadia.
Karena sudah tak mampu menahan linangan air matanya, Nadia pun beranjak pergi. “ Yawdah deh, aku pulang dulu yha.” Nadia lalu berdiri dan berbalik badan meninggalkan Riki. Terlihat jelas raut wajah sedih yang terlihat di wajah Nadia. Riki sempat melihat raut wajah itu. Riki menjadi merasa bersalah.
Sesampainya dirumah Nadia langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia menangis tersedu-sedu, dengan perasaan kalut dan hancur ia mengambil buku diary dari tasnya. Ia mencoba menuangkan seluruh perasaan yang ia rasakan ke dalam buku itu.
Setelah ia bisa mengendalikan diri dan berhenti dari tangisnya, ia pun mulai menulis. Kata demi kata ia tulis dengan penuh perasaan. Ia tuangkan semua perasaan yang rasakan saat ini. Perasaan kecewa, sakit hati, semua ia tuangkan dalam sebuah tulisan :
Sehari ini telah memunculkan
Kegalauan dalam jiwa dan perasaanku
Karena rasa cintaku padamu
Tak terbatas ruang dan waktu
Kini setiap detik yang kulalui
Terasa hampa tanpa dirimu
Seperti ada bagian yang hilang
Dari dalam diriku
Aku pun mengerti
Hanya kamu yang bisa
Mengisi kekosongan dihatiku
Namun sayang……
Kau telah memiliki bunga dihatimu
Mungkin aku memang tak pantas untukmu
Karena aku hanyalah
Manusia tersesat yang menunggu mati
Begitulah isi lembar terakhir dari buku diary milik Nadia. Kini buku diary itu telah tertutup dan tersimpan di sebuah laci. Begitu pula perasaan Nadia terhadap Riki yang kini telah tertutup dan hanya tersimpan dalam hati.

Cinta adalah sebuah misteri. Tiba-tiba datang, tiba-tiba pergi. Bisa membuat senang, bisa juga membuat sedih. Begitulah kata-kata terakhir yang di tulis Nadia dalam buku hariannya. Ia kelihatan begitu kesepian. Setiap hari ia selalu menumpahkah segala perasaan yang ia rasakan ke dalam buku hariannya.
Nadia adalah nama seorang gadis yang lucu, baik hati, dan memiliki paras yang cantik. Tapi sayangnya sudah hampir satu tahun ini ia hidup tanpa didampingi seorang kekasih. Saat ini Nadia kuliah disalah satu universitas negri di Jakarta.
“Hai Nad…”, terdengar suara seorang pria memanggil namanya. “ Hai juga..”, jawab Nadia. Ternyata itu suara Riki. “Lagi ngapain panas-panas duduk di taman kampus ?” tanya Riki. “Nggak lagi ngapa-ngapain kok, Cuma lagi nulis diary ” Jawab Nadia.
Riki adalah mahasiswa fakultas ekonomi. Ia memiliki wajah yang tampan dan juga bersifat baik hati. Jadi wajar saja bila banyak wanita yang menaruh hati padanya. Tarmasuk Nadia, sebenarnya ia telah lama memendam perasaan sukanya terhadap Riki.
“ Oh… lagi nulis diary, boleh liat nggak?” tanya Riki. “Nggak boleh dong, inikan rahasia” Jawab Nadia. “ Yawdah kalo nggak boleh liat, eh.. aku laper niyh…, aku mau makan dikantin dulu yha.., mau ikut nggak?” tanya Riki. “ Nggak ah… aku belum laper, lagian aku masih mau disini, mau terusin nulis diary..” jawab Nadia. “ yawdah kalo gitu, aku ke kantin dulu yha…” kata Riki.
Nadia pun kembali duduk sendiri disebuah bangku di taman kampus. Ia pun kembali menulis diary kesayangannya. “ Tuhan memang sangat bijaksana , ia menciptakan seseorang tanpa harga, karena jika ia melakukannya, aku takkan mampu untuk membeli seseorang yang sangat berharga seperti kamu…”
Tiap kalimat dalam tulisan di diarynya menggambarkan seseorang yang sangat dicintainya. Orang yang sangat berarti bagi dirinya.
Setelah menyelesaikan kalimat itu, Nadia pun beranjak dari tempat duduknya. Kemudian ia pergi menuju kantin. Ternyata disana masih ada Riki yang sedang menikmati makanannya. Nadia pun menghampiri Riki.
“Boleh ikut makan ga?” tanya Nadia. “ Boleh-boleh, silahkan..” jawab Riki. Nadia pun duduk disamping Riki. “ Pak!! Pesan nasi goreng sama es teh manis yha..!!” pesan Nadia kepada salah satu pelayan. “Suka makan nasi goreng yha?” tanya Riki. “ Iya.. aku suka banget… Emangnya kenapa ?” Nadia berbalik bertanya. “ Nggak kenapa-kenapa.., Kok sama yha? Aku juga suka banget makan nasi goreng.” Jawab Riki. “Oh yha..? wah kalo begitu kita bisa sering-sering makan bareng dong?.. Hehe.. Becanda” jawab Nadia dengan wajah berseri-seri. “boleh-boleh, atur aja… “ jawab Riki.
Mereka berdua pun asik menikmati makanan sambil mengobrol dan sesekali bercanda riang. Hati Nadia pun berbunga-bunga. Karena ia bisa makan bareng dengan pria pujaan hatinya. Mungkin perasaan Nadia sama dengan perasaan orang yang sedang terbang ke bulan.
Setelah cukup lama mengobrol dan menghabiskan makanan masing-masing, Nadia beranja pergi meninggalkan Riki. “ Rik.., aku duluan yha.., masih ada dua jam kuliah niyh…” kata Nadia. “ Oh.. Yawdah.., Met Belajar yha!..” jawab Riki.
Kini Riki duduk seorang diri dibangku kantin. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah buku berwarna biru yang tergeletak di meja. Ternyata buku itu adalah buku diary milik Nadia. Karena rasa penasarannya ia pun membuka buku itu, lalu membacanya selembar demi selembar. Setelah membaca beberapa lembar, mata Riki tertuju pada sebuah tulisan yang diberi tinta berwarna merah.
“Seperti sebuah nada yang tak akan pernah mati, begitu pula rasa cintaku kepadamu Riki”. Begitulah bunyi tulisan yang diberi tinta merah. Riki pun terkejut membaca tulisan itu. Ia tak percaya ternyata Nadia menyukai dirinya. Ia pun merasa bingung. Ia terharu dengan kalimat-kalimat indah yang ditulis Nadia untuk menggambarkan dirinya. Setelah membaca semua isi buku diary Nadia, ia pun berniat mengembalikan buku diary itu. Ia juga berniat untuk menanyakan perasaan Nadia yang sesungguhnya. Ia keluar dari kantin lalu ia menunggu nadi keluar dari kelasnya. Setelah menunggu cukup lama, Nadia keluar dari kelasnya. Riki langsung menarik tangan Nadia.
“ Nadia, aku mau ngomong sesuatu” kata Riki. “Mau ngomong apa?” tanya Nadia. “ Jangan disini yha.., kita ngomongnya ditaman kampus aja..” jawab Riki. “ Emang kamu mau ngomong apa siyh? Kayaknya serius banget…?” tanya Nadia. “ Nanti juga kamu tahu..” jawab Riki singkat. Mereka berdua berjalan keluar menuju taman kampus. Mereka duduk dibangku yang berada dibawah sebuah pohon yang rindang.
“ Mau ngomong apa sih?” aku jadi deg-degan..” tanya Nadia. Lalu Riki mengeluarkan sebuah buku dari tasnya. “ itukan buku diaryku…!” Nadia berteriak. “Iya.. tadi ketinggalan di kantin” jawab Riki. “ oh iya.. aku lupa.. tadi aku taruh diatas meja, kamu nggak baca-baca diary aku kan?” tanya Nadia. “ Sebelumnya aku minta maaf yha.., aku tadi sempat baca diary kamu” kata Riki. “ Ih.. kokkamu nggak sopan gitu sih!” kata Nadia dengan nada yang sedikit marah. “ Kamu baca sampai mana?” tanya Nadia.“semuanya” jawab Riki. “ Jadi kamu tahu dong tentang…..” Nadia tidak sanggup meneruskan kalimatnya. “Perasaan kamu ke aku?”tanya Riki. Nadia hanya mengangguk. “Iya.. aku sudah tahu semuanya, kerena itu kamu aku ajak ngomong disini” kata Riki. “ Duh..aku jadi malu nih, Trus gimana ?” tanya Nadia. “ memang sudah berapa lama kamu suka sama aku?” tanya Riki. “ Sudah lama, kira-kia 8 bulan yang lalu.” Jawab Nadia.
Kenapa kamu bisa suka sama aku?” Riki kembali bertanya. “ Habis kamu orngnya baik dan perhatian lagi, apalagi waktu aku baru putus dari Roy, kamu ngasih aku nasehat dan harapan yang bagus, nah dari situ aku mulai tertarik sama kamu.” Jawab Nadia. “ Nad.. sebelumnya aku minta maaf yha..” kata Riki. Minta maaf kenapa? tanya Nadia. “Sepertinya kamu harus melupakan perasaan kamu ke aku deh..” kata Riki. “Emang kenapa?” tanya Nadia. “Soalnya sekarang aku sudah ada yang punya, jadi aku nggak ingin kamu terlalu mengharapkan aku, kamu bisa ngertikan ?” jelas Riki.
Hati Nadia hancur seketika ketika mendengar Riki berkata seperti itu. Bagaikan disambar petir. Perasaan Nadia hancur berkeping-keping. Namun ia mencoba sabar dan menerima apa yang tlelah terjadi.
“ Iya aku ngerti kok.., yang penting kamu sudah tahu bagaimana perasaan aku kepadamu.” Jawab Nadia. “Yawdah.. bagus deh kalau kamu bisa ngerti, tapi kita tetap temenankan? tanya Riki. “ Iya dong..kita kan temenan sudah lama, masa Cuma gara-gara masalah ini pertemanan yang udah lama kita jalin jadi putus.” kata Nadia.” “Ok deh kalau gitu.., Yawdah deh..aku Cuma mau ngomongin itu aja, terima kasih yha atas pengertiannya, tapi kamu nggak kenapa-kenapa kan? “ tanya Riki. “ Nggak kenapa-kenapa kok, Cuma sedikit sedih” jawab Nadia. “ Kamu nggak perlu sedih, banyak kok cowok yang suka sama kamu…, pasti kamu dapet yang lebih baik dari pada aku.” Riki mencoba menghibur Nadia.
Karena sudah tak mampu menahan linangan air matanya, Nadia pun beranjak pergi. “ Yawdah deh, aku pulang dulu yha.” Nadia lalu berdiri dan berbalik badan meninggalkan Riki. Terlihat jelas raut wajah sedih yang terlihat di wajah Nadia. Riki sempat melihat raut wajah itu. Riki menjadi merasa bersalah.
Sesampainya dirumah Nadia langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia menangis tersedu-sedu, dengan perasaan kalut dan hancur ia mengambil buku diary dari tasnya. Ia mencoba menuangkan seluruh perasaan yang ia rasakan ke dalam buku itu.
Setelah ia bisa mengendalikan diri dan berhenti dari tangisnya, ia pun mulai menulis. Kata demi kata ia tulis dengan penuh perasaan. Ia tuangkan semua perasaan yang rasakan saat ini. Perasaan kecewa, sakit hati, semua ia tuangkan dalam sebuah tulisan :
Sehari ini telah memunculkan
Kegalauan dalam jiwa dan perasaanku
Karena rasa cintaku padamu
Tak terbatas ruang dan waktu
Kini setiap detik yang kulalui
Terasa hampa tanpa dirimu
Seperti ada bagian yang hilang
Dari dalam diriku
Aku pun mengerti
Hanya kamu yang bisa
Mengisi kekosongan dihatiku
Namun sayang……
Kau telah memiliki bunga dihatimu
Mungkin aku memang tak pantas untukmu
Karena aku hanyalah
Manusia tersesat yang menunggu mati
Begitulah isi lembar terakhir dari buku diary milik Nadia. Kini buku diary itu telah tertutup dan tersimpan di sebuah laci. Begitu pula perasaan Nadia terhadap Riki yang kini telah tertutup dan hanya tersimpan dalam hati.
Andai
Sulit menggambarkan ini semua..
Saat aku memandang sebuah cermin kehidupan..
Disana terdapat banyak realita dan kenyataan hidup…..
realita yang sulit ditebak..
segala penat remukkan semua hasrat..
andai saja ada pengandaian…
aku ingin berandai- andai…
kamulah kepingan yang hilang dari tubuh dan jiwaku..
kamulah potongan rusuk yang hilang dari tubuhku…
dan andai saja aku bisa memohon padamu Tuhan..
aku ingin kau tumbuhkan cinta dihatinya untukku…
hanya satu untukku….
Saat aku memandang sebuah cermin kehidupan..
Disana terdapat banyak realita dan kenyataan hidup…..
realita yang sulit ditebak..
segala penat remukkan semua hasrat..
andai saja ada pengandaian…
aku ingin berandai- andai…
kamulah kepingan yang hilang dari tubuh dan jiwaku..
kamulah potongan rusuk yang hilang dari tubuhku…
dan andai saja aku bisa memohon padamu Tuhan..
aku ingin kau tumbuhkan cinta dihatinya untukku…
hanya satu untukku….
Langganan:
Postingan (Atom)


