Minggu, 03 April 2011

Magnet Curhat




Judul : Magnet Curhat
Pengarang : Primadonna Angela
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain dan Ilustrasi Sampul : Maryna Design
Tema : metropop, romantisme, curhat, kasih tak terucap
Tebal : 232 hlm
Rilis : Maret 2010


Sinopsis (cover belakang)

Curhat memang mengasyikkan---tapi tidak bagi Chenoa Rosa. Statusnya yang masih single tidak menghalangi mereka yang sudah berumah tangga untuk curhat padanya. Julukan Magnet Curhat pun disandangnya dengan enggan. Toh Chenoa juga punya tempat curhat---sahabat emailnya nan misterius, Excalibur alias X.

Setelah berbulan-bulan, Chenoa akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten pribadi. Seakan hidupnya kurang rumit saja, ia jatuh cinta pada Stefan, cowok yang lebih muda, yang bekerja paruh waktu sebagai satpam dan sopir.

Jati dirinya sebagai magnet curhat teruji ketika ia menyimpan sebuah rahasia. Apa Chenoa akan tetap memegang teguh rahasia yang dipercayakan padanya, meskipun dengan demikian Stefan akan menjauh darinya?



Setelah membaca novel ini saya merasa judul itu tidak menjadi inti pokok dari alur cerita novel tersebut, melainkan hanyalah sebagai bumbu penyedap kisah romantis yang dibangun Donna. Secara garis besar lebih fokus membahas percintaan tokoh utama yang dalam cerita novel ini adalah berperan sebagai magnet curhat oleh lingkungan sekitarnya.

Drama dan konflik yang digambarkan dalam novel ini juga sederhana. Karakter tokoh utamanya, Chenoa Rosa, lebih mirip campuran antara menggemaskan dan menyebalkan. Betapa tidak, hampir di keseluruhan halaman Chenoa kelihatan bingung, bimbang, dan selalu banyak pertimbangan, Terlepas dari ide magnet curhat-nya yang ternyata sekadar tempelan, kisah fiksi romantisnya sendiri hadir tanpa menawarkan orisinalitas.

Maka pendapat pribadi saya adalah novel ini kurang bagus sebagai novel metropop, ending-nya tidak meninggalkan kesan bagi pembacanya. Tidak memberikan hal baru bagi pembaca. Tetapi saya suka pada material cover dan warnanya yang bagus. Karena dapat membuat orang tertarik untuk membaca bahkan membelinya.

PESAN SINGKAT



Malam sudah semakin larut tetapi Dini masih asik bergulat dengan lamunannya. Dia merasa sayang melewatkan malam yang indah ini tanpa membayangkan diri Andi, seorang cowo yang baik dan menggemaskan. Tak lama mata Dini terpejam, ia berharap bisa memimpikan Andi dan malam itu Dini terlelap dengan berjuta rasa bahagia di hatinya.

Pagi telah menjelang, Dini sudah bersiap berangkat ke sekolah padahal jam masih menunjukan pukul 06.12 pagi. “Apa aku ke pagian ya?” Dini berucap dalam hati tetapi kekhawatirannya hilang seketika saat Hpnya bergetar menunjukan adas sms yang masuk. Dini membaca sms itu pelan “Din, udah siap belum? Aku boleh jemput kamu sekarang?”. Dini dengan cepat membalas sms itu dengan wajah yang berseri-seri. “Iya, boleh kok, aku tunggu di depan rumah ya”. Setelah memastikan smsmnya sudah terkirim Dini bergegas keluar kamar tetapi ia memastikan dulu, apakah penampilannya cukup bagus atau tidak. Lalu Dini keluar dari rumah, matanya tertuju pada sosok yang terlihat sempurna yang menunggunya itu. Andi dengan motornya, tersenyum menatap Dini, dan langsung berkata “Hai Din aku gak kepagian kan?” Dini menjawab dengan cepat “Enggak asik kok kalau pagi kayak gini, kan jalanan belum macet”. Andi tersenyum lagi dan memakai helmnya dan berkata tak jelas karena terhalang helm yang menutup seluruh mukanya.

“Yaudah naik aja! Kita berangkat sekarang” dengan pelan Dini naik ke atas motor, lalu Andi mengendarai motornya dengan hati-hati, dia begitu sibuk memperhatikan jalan sehingga tidak menyadari bahwa di belakangnya Dini sedang berusaha sekuat tenaga menyembunyikan rasa senangnya, samara-samar dia tersenyum. Dini merasa senang bisa berangkat sekolah bersama Andi. “Akhirnya, apa yang tunggu dari semalam bisa terjadi” Dini mengatakannya dalam hati.. dan pagi itu.. dilalui Dini dengan perasaan yang bahagia. Sesampainya disekolah Dini menyapa seluruh temannya dengan raut wajah yang cerah. Dini tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Andi, yang di jawab dengan suatu kalimat sederhana yang mampu membuat jantung Dini berhenti berdetak. “Iya sama-sama. Aku seneng bisa berangkat bareng kamu pagi ini”. Dan hari itu di habiskan Dini dengan kegembiraan yang melanda hatiny. Ia terus bersyukur dalam hati.

Sudah 3 Minggu berlalu sejak Andi menjemput Dini untuk berangkat bersama ke sekolah setelah itu hubungan mereka semakin akrab. Tak pernah sehari pun mereka lupa ber smsan walaupun di sekolah mereka jarang mengobrol. Kalu bertemu mereka hanya saling tersenyum dan berbicara seperlunya. Tetapi Dini tak mengeluh dangan keadaan itu, dia mengerti dan memahami apa yang telah terjadi…dan Dini semakin menyukai Andi karena sifatnya yang tenang, pendiam juga baik itu mampu memberikan kedamaian yang nyata dalam hidupnya, meskipun hanya lewat sms,,, sebuah pesan singkat saja.

Dini adalah gadis yang mempunyai hobi menulis puisi. Dia selalu menuangkan apa yang ada di fikirannya lewat bait-bait puisi yang di buatnya. Seperti malam ini, Dini sedang mencurahkan isi perasaannya di suatu kertas file…dia sedang menulis tentang rasa sayangnya kepada Andi, yang telah tertimbun lama tanpa di ketahui siapa-siapa,, tetapi tiba-tiba…”Tik..tik..” terdengar suara sms masuk dengan sigap Dini membacanya, “Din,, kamu lagi apa?” ternyata itu adalah sms dari Andi, Dini lasngsung membalasnya cepat “Aku lagi iseng membuat puisi nih,, kamu sendiri lagi apa ndi?” Ndi adalah panggilan kesayangan Dini untuk Andi, lalu sms Dini mendapat balasan “Puisi apa Din? Pasti bagus deh puisinya.. aku lagi nonton tv aja.” Dan Dini membalas “ puisi tentang perasaan ku Ndi, aku nulis buat seseorang yang aku suka ,,, yang aku sayang juga… orang itu baik banget!! Sempurna banget aku belum pernah ketemu orang sebaik dia..” lalu Dini menekan tombol send, ia berharap Andi bisa mengerti bahwa orang yang dia maksud dalam sms itu adalah Andi sendiri , bukan siapa-siapa karena hanya Andi yang Dini sayang. Hp Dini berbunyi lagi, menandakan sms yang masuk “Wah,,, siapa tuh? Orang yang sempurna itu kasih tauin dong?” Dini membalas pesan singkat itu… “Ada deh,, tapi masa kamu gak tau? Oia, aku boleh ngirim puisinya ke kamu gak? Aku pengen kamu baca.” Dan Andi membalasnya “Boleh banget, aku selalu suka baca sms kamu.” Setelah itu Dini sibuk memindahkan tulisan tangannya ke Hp. Ia mengetik dangan pelan, Dini ingin mendalami setiap bait puisi yang penuh makna itu. Puisi yang Dini kirim itu, bercerita tentang perasaan tulusnya.. lalu Dini mengirimkan ke nomor Hp Andi, ia merasa cemas, akankah Andi mengerti maksudnya… Apakah Andi akan menyadari bahwa dirinyalah orang yang sempurna itu.

Di malam selanjutnya,,,
Andi dan Dini sedang mengobrol lewat sms . mereka tak pernah bosan melakukannya, malah,, malam akan begitu terasa sepi bila mereka saling tidak mengabari. Dini memulai percakapan itu terlebih dahulu… “Ndi aku mau mengirim sms ini ke kamu boleh gak?”
“Bolehlah aku tunggu ya!” Lalu Dini mengirimkan puisinya yang indih itu,, yang masih berceerita tentang rasa sayangnya kepada Andi, orang yang begitu sempurna di hatinya.
Sekian waktu bergulir,,, Dini masih menunggu balasan sms dari Andi. Dini bergumam,, “kok lama ya balesnya tumben deh…” dan tiba-tiba Hp Dini berbunyi, dengan cepat Dini membuka sms itu ,, ternyata sebuah bait puisi dari Andi ..Suatu ulasan senyum bahagia tersirat di wajah Dini.. puisi itu seolah-olah menceritakan Andi telah mengerti maksud Dini.. dan Andi juga merasakan hal yang sama tetapi Dini tidak mau senang dulu. Ia menanyakan untuk siapa puisi itu dan Andi membalasnya dengan sedikit kata tetapi membuat hati Dini seperti melambung ke udara “Kamu,, puisi kamu buat kamu Din!” Dini mengira ngira dalam hatinya “Apa iya,, Andi udah tau kalau aku suka dia, apa mungkin Andi udah ngerti ?” Dini membalas sms Andi “Maksud kamu? Aku? Yang bener? Masa puisi yang bagus dan dalam itu buat aku.” Andi menjawab “Iya buat kamu,,, kalau puisi kamu buat siapa?” Dini langsung menjawab smsnya ,, yang bertuliskan “Buat yang baca … buat orang yang sempurna!” Andi membalas dengan suatu pertanyaan yang membuat Dini bingung haruskah ia jujur?
“Jadi orang yang sempurna itu aku?” Dini membalas pertanyaan Andi itu dengan sebuah jawaban yang berkelit.
“Akun takut jawabnya.. karena aku takut hubungan baik antara aku dengan orang yang sempurna itu jadi enggak baik lagi.” Lalu Andi menjawab… “Kenapa harus takut,, kamu jujur sama aku, orang yang sempurna itu siapa?” Dini merasa tergetar hatinya, ia masih ragu untuk berterus terang tapi akhirnya ia memberanikan diri membalas smsm itu dengan jujur. “Aku takut jawabnya Ndi, tapi aku yakin kamu sekarang ngerti.. orang yang sempurna itu siapa… Itu kamu!”
Lalu Andi membalas “Kamu gak usah takut karena aku juga suka sam kamu…” Saat Dini membaca sms balasan dari Andi itu… dia menangis lirih.. karena Dini merasa bahagia sekaligus takut akan kenyataan itu dalam hati… Ia merasa tak pantas menyayangi Andi karena menurutnya Andi yang sempurna itu terlalu indah untuk dirinya.. yang sering melakukan banyak kebodohan dalam hidupnya.
Sekarang Dini hanya bisa berharap semoga hari berikutnya dapat berjalan baik… dan hasil dari kejujuran mereka malam ini masih menjadi rahasia suatu kehidupan, entah apa yang akan terjadi pada esok hari.

Minggu, 27 Maret 2011

“ DIARY BIRU ”

oleh: Dandy Kurnia



Cinta adalah sebuah misteri. Tiba-tiba datang, tiba-tiba pergi. Bisa membuat senang, bisa juga membuat sedih. Begitulah kata-kata terakhir yang di tulis Nadia dalam buku hariannya. Ia kelihatan begitu kesepian. Setiap hari ia selalu menumpahkah segala perasaan yang ia rasakan ke dalam buku hariannya.

Nadia adalah nama seorang gadis yang lucu, baik hati, dan memiliki paras yang cantik. Tapi sayangnya sudah hampir satu tahun ini ia hidup tanpa didampingi seorang kekasih. Saat ini Nadia kuliah disalah satu universitas negri di Jakarta.

“Hai Nad…”, terdengar suara seorang pria memanggil namanya. “ Hai juga..”, jawab Nadia. Ternyata itu suara Riki. “Lagi ngapain panas-panas duduk di taman kampus ?” tanya Riki. “Nggak lagi ngapa-ngapain kok, Cuma lagi nulis diary ” Jawab Nadia.

Riki adalah mahasiswa fakultas ekonomi. Ia memiliki wajah yang tampan dan juga bersifat baik hati. Jadi wajar saja bila banyak wanita yang menaruh hati padanya. Tarmasuk Nadia, sebenarnya ia telah lama memendam perasaan sukanya terhadap Riki.

“ Oh… lagi nulis diary, boleh liat nggak?” tanya Riki. “Nggak boleh dong, inikan rahasia” Jawab Nadia. “ Yawdah kalo nggak boleh liat, eh.. aku laper niyh…, aku mau makan dikantin dulu yha.., mau ikut nggak?” tanya Riki. “ Nggak ah… aku belum laper, lagian aku masih mau disini, mau terusin nulis diary..” jawab Nadia. “ yawdah kalo gitu, aku ke kantin dulu yha…” kata Riki.

Nadia pun kembali duduk sendiri disebuah bangku di taman kampus. Ia pun kembali menulis diary kesayangannya. “ Tuhan memang sangat bijaksana , ia menciptakan seseorang tanpa harga, karena jika ia melakukannya, aku takkan mampu untuk membeli seseorang yang sangat berharga seperti kamu…”

Tiap kalimat dalam tulisan di diarynya menggambarkan seseorang yang sangat dicintainya. Orang yang sangat berarti bagi dirinya.

Setelah menyelesaikan kalimat itu, Nadia pun beranjak dari tempat duduknya. Kemudian ia pergi menuju kantin. Ternyata disana masih ada Riki yang sedang menikmati makanannya. Nadia pun menghampiri Riki.

“Boleh ikut makan ga?” tanya Nadia. “ Boleh-boleh, silahkan..” jawab Riki. Nadia pun duduk disamping Riki. “ Pak!! Pesan nasi goreng sama es teh manis yha..!!” pesan Nadia kepada salah satu pelayan. “Suka makan nasi goreng yha?” tanya Riki. “ Iya.. aku suka banget… Emangnya kenapa ?” Nadia berbalik bertanya. “ Nggak kenapa-kenapa.., Kok sama yha? Aku juga suka banget makan nasi goreng.” Jawab Riki. “Oh yha..? wah kalo begitu kita bisa sering-sering makan bareng dong?.. Hehe.. Becanda” jawab Nadia dengan wajah berseri-seri. “boleh-boleh, atur aja… “ jawab Riki.

Mereka berdua pun asik menikmati makanan sambil mengobrol dan sesekali bercanda riang. Hati Nadia pun berbunga-bunga. Karena ia bisa makan bareng dengan pria pujaan hatinya. Mungkin perasaan Nadia sama dengan perasaan orang yang sedang terbang ke bulan.

Setelah cukup lama mengobrol dan menghabiskan makanan masing-masing, Nadia beranja pergi meninggalkan Riki. “ Rik.., aku duluan yha.., masih ada dua jam kuliah niyh…” kata Nadia. “ Oh.. Yawdah.., Met Belajar yha!..” jawab Riki.

Kini Riki duduk seorang diri dibangku kantin. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah buku berwarna biru yang tergeletak di meja. Ternyata buku itu adalah buku diary milik Nadia. Karena rasa penasarannya ia pun membuka buku itu, lalu membacanya selembar demi selembar. Setelah membaca beberapa lembar, mata Riki tertuju pada sebuah tulisan yang diberi tinta berwarna merah.

“Seperti sebuah nada yang tak akan pernah mati, begitu pula rasa cintaku kepadamu Riki”. Begitulah bunyi tulisan yang diberi tinta merah. Riki pun terkejut membaca tulisan itu. Ia tak percaya ternyata Nadia menyukai dirinya. Ia pun merasa bingung. Ia terharu dengan kalimat-kalimat indah yang ditulis Nadia untuk menggambarkan dirinya. Setelah membaca semua isi buku diary Nadia, ia pun berniat mengembalikan buku diary itu. Ia juga berniat untuk menanyakan perasaan Nadia yang sesungguhnya. Ia keluar dari kantin lalu ia menunggu nadi keluar dari kelasnya. Setelah menunggu cukup lama, Nadia keluar dari kelasnya. Riki langsung menarik tangan Nadia.

“ Nadia, aku mau ngomong sesuatu” kata Riki. “Mau ngomong apa?” tanya Nadia. “ Jangan disini yha.., kita ngomongnya ditaman kampus aja..” jawab Riki. “ Emang kamu mau ngomong apa siyh? Kayaknya serius banget…?” tanya Nadia. “ Nanti juga kamu tahu..” jawab Riki singkat. Mereka berdua berjalan keluar menuju taman kampus. Mereka duduk dibangku yang berada dibawah sebuah pohon yang rindang.

“ Mau ngomong apa sih?” aku jadi deg-degan..” tanya Nadia. Lalu Riki mengeluarkan sebuah buku dari tasnya. “ itukan buku diaryku…!” Nadia berteriak. “Iya.. tadi ketinggalan di kantin” jawab Riki. “ oh iya.. aku lupa.. tadi aku taruh diatas meja, kamu nggak baca-baca diary aku kan?” tanya Nadia. “ Sebelumnya aku minta maaf yha.., aku tadi sempat baca diary kamu” kata Riki. “ Ih.. kokkamu nggak sopan gitu sih!” kata Nadia dengan nada yang sedikit marah. “ Kamu baca sampai mana?” tanya Nadia.“semuanya” jawab Riki. “ Jadi kamu tahu dong tentang…..” Nadia tidak sanggup meneruskan kalimatnya. “Perasaan kamu ke aku?”tanya Riki. Nadia hanya mengangguk. “Iya.. aku sudah tahu semuanya, kerena itu kamu aku ajak ngomong disini” kata Riki. “ Duh..aku jadi malu nih, Trus gimana ?” tanya Nadia. “ memang sudah berapa lama kamu suka sama aku?” tanya Riki. “ Sudah lama, kira-kia 8 bulan yang lalu.” Jawab Nadia.



Kenapa kamu bisa suka sama aku?” Riki kembali bertanya. “ Habis kamu orngnya baik dan perhatian lagi, apalagi waktu aku baru putus dari Roy, kamu ngasih aku nasehat dan harapan yang bagus, nah dari situ aku mulai tertarik sama kamu.” Jawab Nadia. “ Nad.. sebelumnya aku minta maaf yha..” kata Riki. Minta maaf kenapa? tanya Nadia. “Sepertinya kamu harus melupakan perasaan kamu ke aku deh..” kata Riki. “Emang kenapa?” tanya Nadia. “Soalnya sekarang aku sudah ada yang punya, jadi aku nggak ingin kamu terlalu mengharapkan aku, kamu bisa ngertikan ?” jelas Riki.

Hati Nadia hancur seketika ketika mendengar Riki berkata seperti itu. Bagaikan disambar petir. Perasaan Nadia hancur berkeping-keping. Namun ia mencoba sabar dan menerima apa yang tlelah terjadi.

“ Iya aku ngerti kok.., yang penting kamu sudah tahu bagaimana perasaan aku kepadamu.” Jawab Nadia. “Yawdah.. bagus deh kalau kamu bisa ngerti, tapi kita tetap temenankan? tanya Riki. “ Iya dong..kita kan temenan sudah lama, masa Cuma gara-gara masalah ini pertemanan yang udah lama kita jalin jadi putus.” kata Nadia.” “Ok deh kalau gitu.., Yawdah deh..aku Cuma mau ngomongin itu aja, terima kasih yha atas pengertiannya, tapi kamu nggak kenapa-kenapa kan? “ tanya Riki. “ Nggak kenapa-kenapa kok, Cuma sedikit sedih” jawab Nadia. “ Kamu nggak perlu sedih, banyak kok cowok yang suka sama kamu…, pasti kamu dapet yang lebih baik dari pada aku.” Riki mencoba menghibur Nadia.

Karena sudah tak mampu menahan linangan air matanya, Nadia pun beranjak pergi. “ Yawdah deh, aku pulang dulu yha.” Nadia lalu berdiri dan berbalik badan meninggalkan Riki. Terlihat jelas raut wajah sedih yang terlihat di wajah Nadia. Riki sempat melihat raut wajah itu. Riki menjadi merasa bersalah.

Sesampainya dirumah Nadia langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia menangis tersedu-sedu, dengan perasaan kalut dan hancur ia mengambil buku diary dari tasnya. Ia mencoba menuangkan seluruh perasaan yang ia rasakan ke dalam buku itu.

Setelah ia bisa mengendalikan diri dan berhenti dari tangisnya, ia pun mulai menulis. Kata demi kata ia tulis dengan penuh perasaan. Ia tuangkan semua perasaan yang rasakan saat ini. Perasaan kecewa, sakit hati, semua ia tuangkan dalam sebuah tulisan :

Sehari ini telah memunculkan

Kegalauan dalam jiwa dan perasaanku

Karena rasa cintaku padamu

Tak terbatas ruang dan waktu

Kini setiap detik yang kulalui

Terasa hampa tanpa dirimu

Seperti ada bagian yang hilang

Dari dalam diriku

Aku pun mengerti

Hanya kamu yang bisa

Mengisi kekosongan dihatiku

Namun sayang……

Kau telah memiliki bunga dihatimu

Mungkin aku memang tak pantas untukmu

Karena aku hanyalah

Manusia tersesat yang menunggu mati

Begitulah isi lembar terakhir dari buku diary milik Nadia. Kini buku diary itu telah tertutup dan tersimpan di sebuah laci. Begitu pula perasaan Nadia terhadap Riki yang kini telah tertutup dan hanya tersimpan dalam hati.

Andai

Sulit menggambarkan ini semua..
Saat aku memandang sebuah cermin kehidupan..
Disana terdapat banyak realita dan kenyataan hidup…..
realita yang sulit ditebak..
segala penat remukkan semua hasrat..
andai saja ada pengandaian…
aku ingin berandai- andai…
kamulah kepingan yang hilang dari tubuh dan jiwaku..
kamulah potongan rusuk yang hilang dari tubuhku…
dan andai saja aku bisa memohon padamu Tuhan..
aku ingin kau tumbuhkan cinta dihatinya untukku…
hanya satu untukku….

Selasa, 15 Februari 2011

Orang Mampu Dilarang Pakai BBM Bersubsidi



Pasca disetujuinya pembatasan BBM bersubsidi oleh DPR dalam rapat kerja, pemerintah siap untuk menjalankan tata cara pengaturan kebijakan itu. Pada Maret 2011 kebijakan itu akan diterapkan dan wilayah JABOTABEK akan menjadi yang pertama untuk pembatasan BBM.
Pembatasan subsidi BBM untuk mobil pribadi lebih baik dari pada harus menaikkan harga premium. Sebab sudah bukan rahasia lagi kalau BBM bersubsidi selalu digunakan oleh golongan orang yang secara financial mampu. Jika terus begini tanpa dibatasi penggunaan BBM sama saja pemerintah memberikan subsidi BBM kepada orang mampu. Tinggal rakyat kecil hanya bisa menyaksikan haknya dipakai oleh orang berkantong tebal.
Sedangkan jika pemerintah mengambil opsi menaikkan harga premium, dampaknya akan sangat luas. Belajar dari kenaikkan – kenaikkan sebelumnya, setiap kenaikkan BBM selalu diikuti lonjakan harga pangan. Padahal saat ini harga pangan sudah tinggi. Dengan menaikkan harga premium, harga pangan akan semakin tinggi dan memicu inflasi dalam jumlah yang tinggi.
Jadi, menurut saya langkah pemerintah membatasi penggunaan BBM bersubsidi untuk mobil ber-plat hitam adalah langkah yang tepat. sebab jika pemerintah memilih untuk menaikkan harga BBM tentu yang akan dirugikan adalah rakyat kecil. Kebijakaan yang dikeluarkan pemerintah pada prinsipnya adalah untuk menjaga agar perekonomian nasional bisa berjalan lebih stabil, terjaga, dan mensejaterakan rakyat.
Menurut pemerintah saat ini adalah tidak menginginkan adanya kebijakan yang menimbulkan distorsi. Jadi menurut saya dengan pembatasan subsidi BBM untuk mobil pribadi sudah sangat tepat, karena ini berdampak pada masyarakat kelas menengah sampai bawah. Jangan sampai rakyat kita berteriak karena harga premium nanti dinaikkan, karena ini tidak relevan sekali dengan kondisi saat ini.

Minggu, 16 Januari 2011

Perilaku konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.[1] Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.[2] Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang. [1]
Aplikasi
Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli.[3] Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik.[3] Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen.[3] Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.
Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen.[4] Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif.[4] Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi.[4] Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.[4] Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.[4]
Roda analisis konsumen
Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan marketer untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik.[4] Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: afeksi dan kognisi, lingkungan, dan perilaku.
Afeksi dan kognisi
Tipe respons afektif
Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi. Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak. Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk. Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling mempengaruhi.
Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: emosi, perasaan tertentu, mood, dan evaluasi. Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernafasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa.
Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: memahami, mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir. Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktifitas kognisi yang terjadi dalam ke empat proses yang disebutkan sebelumnya.
Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. Fungsi kedua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu.
Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktifitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.
Proses pengambilan keputusan pembelian
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:[5]
1. Pengenalan masalah (problem recognition).[1] Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.[1]
2. Pencarian informasi (information source).[1] Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi.[1] Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).[1]
3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation).[1] Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.[1]
4. Keputusan pembelian (purchase decision).[1] Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian.[1] Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.[1]
5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian.[6] Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya.[7] Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen.[1] Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan.[1] Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.[1]
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:[1]
1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.[1]
2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.[1]
3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.[1]
4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan.[1] Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.[1]

sertifikat